Chapter 1 : Introduction
Tak disangka tidak semua orang bisa menerima kenyataan. Atau memang hanya diriku saja yang bisa mencoba melupakan semua kesalahanya dan memulainya dari awal? Well, memang tidak sepenuhnya aku melupakannya, at least I’m trying to be friendly.
Aku tahu dia pasti sangat kesal dan marah padaku sampai-sampai kami tidak bisa lagi jadi teman. Tapi seharusnya bukan dia yang berhak marah padaku. Harusnya aku yang marah. Karena apa yang terjadi tidak lepas dari kesalahan yang pernah dia buat. Or maybe he never realize what he did is hurt me enough.
Tret…trett…
Bbku pun berbunyi. Membuyarkan lamunanku. Tapi tidak bisa menghapus kekesalanku.
Iya jalan-jalan aja.
Itu balasan dari dia. Aku tahu kalau orang membalas dengan singkat, padat dan tanpa ada pertanyaan balik, dia pasti tidak ingin mendengar kabar apapun dariku.
Oke I got it… You probably hate me. You probably thinking that I play you. Honestly I never mean to hurt you like that. I’m just trying to be nice and maybe we could be something more than friend. But even the time is right, I already forgive you but I realize never trust you anymore. I guess all is my fault. I tried to find something in you that maybe can make me trust you again. But I don’t see it.
***
Hai Gina, masih inget gue nggak? Suaru lu bagus juga tau.
Hm… Makasih. Tapi ini siapa ya?
Ini Rezki… Kita kan baru pulang dari live in bareng. Masa udah lupa?
Oya, Rezki… gimana kabar lu?
Baik ni… Lu masih anak sma ya? Sma dimana?
Haha… kok gitu sih ngomongnya. Kesannya gue anak kecil banget.
Emang iya. Lu sekamar ama Helen kn? Kn pada ribut gitu katanya ada anak kecil yang perlu dijaga.
Ha?emang Helen ngomong apa? Perasaan gw ga ngerepotin dia deh.
Iya..tp katanya waktu daftar ortu lu suruh lu dijagainkan?
Haha… ya ortu gue sih emg suka becanda kadang-kadang. Masa gitu aja dianggap serius?
Iya deh… jangan ngambek lah gue Cuma becanda kok
Nggak lah gue kn bukan anak kecil yg gampang ngambek.
Namanya Rezki. Orangnya sangat menyenangkan untuk diajak sms-an. Tampangnya lumanyan. For high school girl could be with college boy it’s kind of awesome.
Namaku Gina, anak kelas satu sma. Pengalaman pacaran belum ada. Pengalaman didekatin cowok juga belum ada. So basicly I still innocent. Tapi memang tujuanku adalah untuk cari pacar. I’m in high school and having a boyfriend it’s become my priority. Dan dengan adanya Rezki, it will be perfect. Aku bisa coba pacaran dengan orang yang lebih tua. Hihihi….
Bukannya aku kegenitan tapi aku hampir yakin 70 persen kalau Rezki memang ada rasa sama aku. Bagaimana tidak? Hampir setiap hari kami sms-an. Dan hampir setiap minggu setidaknya dia pasti meneleponku sekali. Walau aku tidak punya pengalaman, but I’m not dumb enough to not understand it. Mungkin aku hanya tinggal menunggu waktu untuk dia mengatakannya.
But the time that I wait is never come. Why? He still text me and call me. But nothing more is happen. So I tried to forget him. Cause I want to have a relationship experience but not a heart broken experience. I tried to think what he do because maybe older guys do that to their friend.
Gin, besok datang nggak lu ke acara reuni anak-anak live in?
Dateng donk Rez, gue kan juga kangen sama Helen dan Jessica.
Oke deh, besok gue tunggu lu ya di sana.
Oke …
“ Eh, tau nggak Gin, kalau Rezki ama Donna udah jadian loh.” Kata Helen
“ Ha? Serius? Kapan?” Balasku dengan kaget
“ Pastinya kapan gue juga nggak tau. Mereka nggak kasih tau kita juga. Udah lu mah nggak usah kaget gitu kali. Rezki kan memang udah deketin Donna dari dulu. Akhirnya jadi juga tuh.” Balas Helen
Aku pun hanya bisa tersenyum. Aku memang sempat mendengar rumor mengenai mereka. Tapi aku tidak sampai pikir itu benar terjadi. Kalau gitu selama ini aku hanya dibodohi. Why he do what he do to make me feel special? I hate to admitted but I think I’ve been played. It’s a negative thinking. The positive one is maybe older guys do that to their friend. Since I don’t have any experience about this thing, I guess better thing to do is forget him and move on.
wait for next chapter... :)
By : Michelle Rorong
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar